Semen berasal dari bahasa latin “cementum”, dimana kata ini mula-mula dipakai oleh bangsa Roma yang berarti bahan atau ramuan pengikat, dengan kata lain semen dapat didefinisikan adalah suatu bahan perekat yang berbentuk serbuk halus, bila ditambah air akan terjadi reaksi hidrasi sehingga dapat mengeras dan digunakan sebagai pengikat (mineral glue). Pada mulanya semen digunakan orang-orang Mesir Kuno untuk membangun piramida yaitu sejak abad ke-5 dimana batu batanya satu sama lain terikat kuat dan tahan terhadap cuaca selama berabad-abad. Bahan pengikat ini ditemukan sejak manusia mengenal api karena mereka membuat api di gua-gua dan bila api kena atap gua maka akan rontok berbentuk serbuk. Serbuk ini bila kena hujan menjadi keras dan mengikat batu-batuan disekitarnya dan dikenal orang sebagai batu Masonry.
Bahan dasar semen
Semen adalah perekat
hidraulis bahan bangunan, artinya akan jadi perekat bila bercampur dengan air.
Bahan dasar semen pada umumnya ada 3 macam yaitu klinker/terak
(70% hingga 95%,
merupakan hasil olahan pembakaran batu kapur, pasir silika, pasir besi dan
lempung), gypsum (sekitar 5%, sebagai zat pelambat pengerasan) dan material
ketiga seperti batu kapur, pozzolan, abu terbang, dan lain-lain. Jika unsur
ketiga tersebut tidak lebih dari sekitar 3 % umumnya masih memenuhi kualitas
tipe 1 atau OPC (Ordinary Portland Cement). Namun bila kandungan material
ketiga lebih tinggi hingga sekitar 25% maksimum, maka semen tersebut akan
berganti tipe menjadi PCC (Portland Composite Cement). Total kebutuhan bahan
mentah yang digunakan untuk memproduksi semen yaitu:
1. Batu kapur digunakan sebanyak ± 81
%. Batu kapur merupakan sumber utama oksida yang mempumyai rumus CaCO3 (Calcium
Carbonat),pada umumnya tercampur MgCO3 dan MgSO4. Batu kapur yang baik dalam
penggunaan pembuatan semen memiliki kadar air ± 5%
2. Pasir silika digunakan sebanyak ± 9
%. Pasir silika memiliki rumus SiO2 (silikon dioksida). Pada umumnya pasir
silika terdapat bersama oksida logam lainnya, semakin murni kadar SiO2 semakin
putih warna pasir silikanya, semakin berkurang kadar SiO2 semakin berwarna
merah atau coklat, disamping itu semakin mudah menggumpal karena kadar airnya
yang tinggi. Pasir silika yang baik untuk pembuatan semen adalah dengan kadar
SiO2 ± 90%
3. Tanah liat digunakan sebanyak ± 9
%. Rumus kimia tanah liat yang digunakan pada produksi semen SiO2Al2O3.2H2O.
Tanah liat yang baik untuk digunakan memiliki kadar air ± 20 %, kadar SiO2
tidak terlalu tinggi ± 46 %
4. Pasir besi digunakan sebanyak ± 1%.
Pasir besi memiliki rumus kimia Fe2O3 (Ferri Oksida) yang pada umumnya selalu
tercampur dengan SiO2 dan TiO2 sebagai impuritiesnya. Fe2O3 berfungsi sebagai
penghantar panas dalam proses pembuatan terak semen. Kadar yang baik dalam
pembuatan semen yaitu Fe3O2 ± 75% – 80%.
Pada penggilingan akhir digunakan gipsum sebanyak 3-5% total pembuatan semen .
Pada penggilingan akhir digunakan gipsum sebanyak 3-5% total pembuatan semen .
sumber: kompas.com, google, jurnal engineering.
No comments:
Post a Comment