1. Portofolio
Efisien artikan sebagai portofolio dengan return tertinggi pada risiko
tertentu, atau portofolio dengan risiko terendah pada return tertentu. Investor
perlu mempertimbangkan dan menentukan sekuritas apa saja yang membentuk
portofolio dan dapat mencapai efisien maksimal. Indikator portofolio efisien:
-
Mampu meberikan expected return terbesar
dengan risiko yang sama,
-
Mampu memberi risiko terkecil dengan
expected return yang sama.
Penentuan portofolio
yang efisien dilakukan dengan cara memilih tingkat expected tertentu dan
meminimumkan risikonya, atau menentukan tingkat risiko tertentu dan kemudian
memaksimumkan expected returnnya.
2. Portofolio
optimal merupakan portofolio yang baik, tetapi bukan terbaik. Portofolio yang
terbaik adalah portofolio yang optimal. Portofolio efisien hanya mempunyai satu
dari faktor terbaik, yaitu faktor expected return atau faktor risikonya.
Sementara portofolio yang optimal adalah portofolio yang memiliki kombinasi
expected return dan risiko yang terbaik. Pembentukan portofolio optimal dapat
dilakukan dengan 2 metode yaitu pendekatan Markowitz dan pendekatan Single
Index Model.
Analisis
portofolio dengan pendekatan Markowitz
Model ini dikembangkan
oleh Markowitz tahun 1952, model ini didasarkan pada perhitungan 1) mean
(rata-rata) sebagai pengukuran dari tingkat pengambilan, dan 2) variance
sebagai pengukur tingkat risiko. Perbedaan antara pembentukan protofolio
Markowitz dan Single Index Model ditampilkan dalam tabel berikut:
|
Model
Markowitz
|
Single
Index Model
|
|
1. Teori Markowitz didasari asumsi:
a. Periode
investasi tunggal (misal 1 thn)
b. Tidak
ada biaya transaksi
c. Preferensi
investor hanya berdasarkan pada expected return dan risiko
2. Belum memperhitungkan kemungkinan
bahwa investor akan melakukan investasi pada asset bebas risiko
3.
Perhitungannya cenderung kompleks
dan rumit.
|
1.
Model ini menghubungkan
perhitungan return setiap asset pada return indeks pasar
2.
Asumsi yang digunakan pada model
ini: sekuritas akan berkolerasi hanya jika sekuritas-sekuritas tersebut
mempunyai respon yang sama terhadap perubahan pasar.
3.
Model ini dapat menyederhanakan
perhitungan Model Markowitz.
|
Analisis portofolio
dengan Single Index Model
Analisis ini
dikembangkan oleh William Sharpe pada tahun 1963, dengan melakukan
penyederhanaan perhitungan model Markowitz dan menyediakan parameter input
untuk perhitungan Markowitz. Pembentukan portofolio ini dapat dilakukan dengan
menyeleksi saham-saham yang dimasukkan kedalam portofolio optimal, yaitu dengan
membandingkan excess return to beta (ERB) deng cut off point sebagai
batasannya. ERB merupakan rasio antara excess return (selisih antara expected
returns dengan return aktiva bebas risiko) dengan beta.
Model ini didasarkan
pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan
indeks harga pasar. Jika indeks harga saham naik, maka harga saham individual
kebanyakan cenderung naik pula, dan sebaliknya. Mengindikasikan bahwa
return-return sekuritas individual cenderung berkolerasi dengan returnpasar.
Dengan dasar ini return suatu sekuritas dana return pasar mengikuti pola
hubungan seperti ini:
Ri
= αi + βi.Rm
Dimana:
Ri : return
sekuritas ke-i
αi : variabel acak yang menunjukkan komponen
dari return sekuritas ke-i yang independen terhadap kinerja pasar
βi : Beta yang merupakan koefisien yang
mengukur perubahan Ri akibat dari perubahan Rm
Rm : return pasar
Namun
ada beberapa sumber menambahkan pembentukan dalam memilih portofolio yang
optimal selain kedua pendekatan diatas, yaitu:
a.
Portofolio
optimal berdasarkan preferensi investor
Portofolio optimal
berdasarkan preferensi investor mengasumsikan hanya didasarkan pada return
ekspektasi dan risiko dari portofolio secara implisist yang menganggap bahwa
investor mempunyai fungsi utility yang sama atau berada pada titik
persinggungan utiliti investor dengan effiicient set. (Jogiyanto, 2000: 193)
Tiap investor mempunyai
tanggapan risiko yang berbeda-beda. Investor yang mempunyai tanggapan kurang
menyukai risiko mungkin akan memilih portofolio di titik B. Tapi, investor
lainnya mungkin mempunyai tanggapan risiko berbeda, sehingga mereka memilih
portofolio yang lainnya selama portofolio tersebut merupakan portofolio efisien
yang masih berada di efficient set. Portofolio mana yang akan dipilih investor
tergantung dari fungsi utilitinya masing-masing.
b.
Portofolio optimal dengan adanya simpanan dan
pinjaman bebas risiko.
Aktiva bebas risiko
adalah aktiva yang mempunyai return
ekspektasi tertentu dengan varian return (risiko) yang sama dengan nol, karena
variannya sama dengan nol, maka kovarian antara bebas resiko juga sama dengan
nol. Aktiva bebas risiko misalnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI), karena
variannya (deviasi standar ) = 0 kovarian antara bebas aktiva bebas risiko
dengan aktiva berisiko yang lainnya akan menjadi sama dengan nol sebagai
berikut; (jogiyanto, 2000: 195)
sBRi = rBRi . sBR . si
Dari pernyataan di
atas, maka aset bebas risiko merupaka aset yang tingkat returnnya di masa depan
sudah dapat dipastikan pada saat ini karena ditunjukkan oleh varians yang sama
dengan nol.
c.
Portofolio
optimal berdasarkan model Indeks Ganda
Model indeks ganda
menganggap ada faktor lain selain IHSG yang dapat mempengaruhi terjadinya
korelasi antar efek. dalam upaya mengestimasi ekspekted return, standar deviasi
dan kovarian efek secara akurat model indeks ganda lebih berpotensi sebab
actual return efek tidak hanya sensitif terhadap perubahan IHSG atau ada faktor
lain yang mungkin mempengaruhi return efek, seperti tingkat bunga bebas risiko.
(Halim, 2003: 82).
Untuk membentuk
portofolio yang efisien, terdapat beberapa asumsi yang harus diperhatikan.
Asumsi tersebut antara lain:
1. Perilaku Investor
Bahwa semua investor
tidak menyukai risiko (risk averse). Investor yang dihadapkan pada dua pilihan
yaitu investasi yang menawarkan keuntungan (return) yang sama dengan risiko
yang berbeda, akan memilih investasi yang memiliki risiko yang lebih rendah.
2. Fungsi Utilitas dan
Kurva Indeferen
Fungsi utilitas bisa diartikan
sebagai fungsi matematis yang menunjukkan nilai dari semua alternatif pilihan
yang ada. Semakin tinggi nilai suatu alternatif pilihan, semakin tinggi
utilitas alternatif tersebut. Fungsi utilitas bisa digambarkan dalam bentuk
grafik ;sebagai kurva indeferen.
No comments:
Post a Comment