Tuesday, February 28, 2017

Perbedaan Tentangan Portofolio Efisien Dan Portofolio Optimal, dan Bagaimana Proses Dalam Memilih Portofolio Yang Optimal


1.      Portofolio Efisien artikan sebagai portofolio dengan return tertinggi pada risiko tertentu, atau portofolio dengan risiko terendah pada return tertentu. Investor perlu mempertimbangkan dan menentukan sekuritas apa saja yang membentuk portofolio dan dapat mencapai efisien maksimal. Indikator portofolio efisien:
-          Mampu meberikan expected return terbesar dengan risiko yang sama,
-          Mampu memberi risiko terkecil dengan expected return yang sama.
Penentuan portofolio yang efisien dilakukan dengan cara memilih tingkat expected tertentu dan meminimumkan risikonya, atau menentukan tingkat risiko tertentu dan kemudian memaksimumkan expected returnnya.

2.      Portofolio optimal merupakan portofolio yang baik, tetapi bukan terbaik. Portofolio yang terbaik adalah portofolio yang optimal. Portofolio efisien hanya mempunyai satu dari faktor terbaik, yaitu faktor expected return atau faktor risikonya. Sementara portofolio yang optimal adalah portofolio yang memiliki kombinasi expected return dan risiko yang terbaik. Pembentukan portofolio optimal dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu pendekatan Markowitz dan pendekatan Single Index Model.


Analisis portofolio dengan pendekatan Markowitz
Model ini dikembangkan oleh Markowitz tahun 1952, model ini didasarkan pada perhitungan 1) mean (rata-rata) sebagai pengukuran dari tingkat pengambilan, dan 2) variance sebagai pengukur tingkat risiko. Perbedaan antara pembentukan protofolio Markowitz dan Single Index Model ditampilkan dalam tabel berikut:

  
Model Markowitz
Single Index Model
     1.      Teori Markowitz didasari asumsi:
        a.       Periode investasi tunggal (misal 1 thn) 
        b.      Tidak ada biaya transaksi
      c.       Preferensi investor hanya berdasarkan pada expected return dan risiko
   2.  Belum memperhitungkan kemungkinan bahwa investor akan melakukan investasi pada asset bebas risiko
     3.      Perhitungannya cenderung kompleks dan rumit.
    1.      Model ini menghubungkan perhitungan return setiap asset pada return indeks pasar
     2.      Asumsi yang digunakan pada model ini: sekuritas akan berkolerasi hanya jika sekuritas-sekuritas tersebut mempunyai respon yang sama terhadap perubahan pasar.
   3.      Model ini dapat menyederhanakan perhitungan Model Markowitz.

Analisis portofolio dengan Single Index Model
Analisis ini dikembangkan oleh William Sharpe pada tahun 1963, dengan melakukan penyederhanaan perhitungan model Markowitz dan menyediakan parameter input untuk perhitungan Markowitz. Pembentukan portofolio ini dapat dilakukan dengan menyeleksi saham-saham yang dimasukkan kedalam portofolio optimal, yaitu dengan membandingkan excess return to beta (ERB) deng cut off point sebagai batasannya. ERB merupakan rasio antara excess return (selisih antara expected returns dengan return aktiva bebas risiko) dengan beta.
Model ini didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga pasar. Jika indeks harga saham naik, maka harga saham individual kebanyakan cenderung naik pula, dan sebaliknya. Mengindikasikan bahwa return-return sekuritas individual cenderung berkolerasi dengan returnpasar. Dengan dasar ini return suatu sekuritas dana return pasar mengikuti pola hubungan seperti ini:
Ri = αi + βi.Rm
Dimana:
Ri : return sekuritas ke-i
αi  : variabel acak yang menunjukkan komponen dari return sekuritas ke-i yang independen terhadap kinerja pasar
βi    : Beta yang merupakan koefisien yang mengukur perubahan Ri akibat dari perubahan Rm
Rm     : return pasar

Namun ada beberapa sumber menambahkan pembentukan dalam memilih portofolio yang optimal selain kedua pendekatan diatas, yaitu:
a.      Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor
Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor mengasumsikan hanya didasarkan pada return ekspektasi dan risiko dari portofolio secara implisist yang menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utility yang sama atau berada pada titik persinggungan utiliti investor dengan effiicient set. (Jogiyanto, 2000: 193)
Tiap investor mempunyai tanggapan risiko yang berbeda-beda. Investor yang mempunyai tanggapan kurang menyukai risiko mungkin akan memilih portofolio di titik B. Tapi, investor lainnya mungkin mempunyai tanggapan risiko berbeda, sehingga mereka memilih portofolio yang lainnya selama portofolio tersebut merupakan portofolio efisien yang masih berada di efficient set. Portofolio mana yang akan dipilih investor tergantung dari fungsi utilitinya masing-masing.

b.        Portofolio optimal dengan adanya simpanan dan pinjaman bebas risiko.

Aktiva bebas risiko adalah aktiva yang mempunyai  return ekspektasi tertentu dengan varian return (risiko) yang sama dengan nol, karena variannya sama dengan nol, maka kovarian antara bebas resiko juga sama dengan nol. Aktiva bebas risiko misalnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI), karena variannya (deviasi standar ) = 0 kovarian antara bebas aktiva bebas risiko dengan aktiva berisiko yang lainnya akan menjadi sama dengan nol sebagai berikut; (jogiyanto, 2000: 195)
sBRi = rBRi  . sBR . si
Dari pernyataan di atas, maka aset bebas risiko merupaka aset yang tingkat returnnya di masa depan sudah dapat dipastikan pada saat ini karena ditunjukkan oleh varians yang sama dengan nol.

c.       Portofolio optimal berdasarkan model Indeks Ganda
Model indeks ganda menganggap ada faktor lain selain IHSG yang dapat mempengaruhi terjadinya korelasi antar efek. dalam upaya mengestimasi ekspekted return, standar deviasi dan kovarian efek secara akurat model indeks ganda lebih berpotensi sebab actual return efek tidak hanya sensitif terhadap perubahan IHSG atau ada faktor lain yang mungkin mempengaruhi return efek, seperti tingkat bunga bebas risiko. (Halim, 2003: 82).
Untuk membentuk portofolio yang efisien, terdapat beberapa asumsi yang harus diperhatikan. Asumsi tersebut antara lain:
1. Perilaku Investor
Bahwa semua investor tidak menyukai risiko (risk averse). Investor yang dihadapkan pada dua pilihan yaitu investasi yang menawarkan keuntungan (return) yang sama dengan risiko yang berbeda, akan memilih investasi yang memiliki risiko yang lebih rendah.
2. Fungsi Utilitas dan Kurva Indeferen

Fungsi utilitas bisa diartikan sebagai fungsi matematis yang menunjukkan nilai dari semua alternatif pilihan yang ada. Semakin tinggi nilai suatu alternatif pilihan, semakin tinggi utilitas alternatif tersebut. Fungsi utilitas bisa digambarkan dalam bentuk grafik ;sebagai kurva indeferen.

No comments:

Post a Comment