Tiga indikator kondisi ekonomi utama adalah 1) product domestic bruto
(PDB), 2) tingkat pengangguran, dan 3) indeks harga. Deskripsikan masing –
masing indikator tersebut dan dampaknya kepada bisnis.
1.
Product domestic bruto
Sebagai ukuran keseluruhan dari total produksi ekonomi suatu negara, PDB
menggambarkan nilai pasar dari semua barang dan jasa yang diproduksi oleh
ekonomi pada periode waktu terukur, termasuk konsumsi pribadi, pembelanjaan
pemerintah, persediaan pribadi, setoran biaya konstruksi dan balance
perdagangan luar negeri (ekspor ditambahkan, sedangkan impor dikurangkan).
Disajikan setiap triwulanan, PDB paling sering disajikan dalam bentuk
persen tahunan. Sebagian besar data individual akan disajikan dalam bentul
asli, yang berarti data disesuaikan dengan pergerakan harga, dan karena itu
tidak ada inflasi.
PDB adalah laporan yang sangat komprehensif dan rinci. Bahkan, membaca
laporan PDB akan membawa kita kembali ke banyak indikator yang tercakup dalam
topik tutorial sebelumnya, seperti PDB menggabungkan banyak dari indikator
tersebut: penjualan ritel, konsumsi pribadi dan persediaan grosir, semua
digunakan untuk membantu menghitung produk domestik bruto.
2.
Pengangguran atau tuna karya
adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari
kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang
berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan
karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan
jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya.
Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian
karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan
masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya
kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Tingkat pengangguran
dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah
angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan
penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya
tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga
dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan
keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat
menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial
sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang
adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara
berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran
terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan
tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
3. Indeks harga
adalah rasio yang pada umumnya dinyatakan dalam sebuah persentase yang
mengukur satu variabel pada suatu waktu tertentu atau lokasi relatif terhadap
besarnya variabel yang sama pada waktu atau lokasi lainnya. Indeks harga dapat
diartikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan mengenai berbagai perubahan
yang terjadi pada harga dari waktu ke waktu.
Indeks harga adalah suatu petunjuk atau sebuah barometer dari kondisi
ekonomi umum. Hal ini mengandung suatu maksud sebagai berikut :
- Indeks harga grosir menggambarkan dengan tepat tentang tren
perdagangan.
- Indeks harga diterima oleh petani guna menggambarkan tingkat kemakmuran di
bidang agraria.
- Indeks harga umum adalah pedoman untuk berbagai kebijakan dan administrasi
perusahaan.
- Indeks harga dapat dipakai untuk deflator, pengaruh perubahan harga dapat
dihilangkan melalui cara membagi nilai tertentu dengan indeks harga yang lebih
sesuai. Proses tersebut dinamakan deflasi dan pembaginya dinamakan deflator.
- Indeks harga barang-barang konsumsi ialah pedoman dalam mengatur gaji buruh
atau untuk menyesuaikan kenaikan gaji buruh pada saat inflasi.
Dampak ketiga indikator tersebut pada bisnis adalah:
1. PDB menjadi informasi
tunggal yang sangat meyakinkan terhadap perekonomian secara keseluruhan,
indikator yang menggambarkan tentang kesehatan ekonomi dan rilis yang cepat
akan hampir selalu menggerakkan pasar. PDB adalah indikator yang paling
diikuti, dibahas dan dicerna – berguna untuk ekonom, analis, investor, dan
pembuat kebijakan.
2. Pengagguran seringkali
menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya
pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang
sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah
sosial lainnya seperti kejahatan, kecurangan, bahkan korupsi.
3. Indeks harga dapat
dipergunakan untuk pedoman bagi pembelian berbagai jenis barang. Maksudnya
adalah harga barang yang dibeli dapat untuk dibandingkan dengan indeks harga
eceran atau grosir supaya dapat diukur efisiensi dalam pembelian suatu barang
yang bersangkutan.
No comments:
Post a Comment