DEFINISI
MAINTENANCE
Trans N.H. - Teknik Industri
foto: Thinkstock
Menurut Sofyan Assauri, (2004), pemeliharaan adalah
kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan
mengadakan perbaikan atau penyesuaian/penggantian yang diperlukan agar supaya
terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang
direncanakan.
Maintenance merupakan suatu fungsi dalam suatu
industri manufaktur yang sama pentingnya dengan fungsi-fungsi lain seperti halnya
dengan produksi. Hal ini dikarenakan apabila suatu perusahaan mempunyai mesin
atau peralatan yang digunakan sebagai modal utama dalam pelaksanaan produksi,
biasanya perusahaan tersebut selalu berusaha untuk tetap menjaga performa agar
dapat mempergunakan mesin atau peralatan sehingga kegiatan produksi dapat
berjalan dengan lancar. Dalam suatu usaha untuk terus dapat menggunakan mesin
atau peralatan agar kontinuitas produksi dapat terjamin harus dilakukan
kegiatan pemeliharaan dan perawatan, baik secara rutin ataupun berkala dan
secara menyeluruh atau pada titik-titik rawan rusak pada mesin.
Tidak sedikit perusahaan
yang kurang mengedepankan kegiatan pemeliharaan dan perawatan mesin karena
dianggap akan banyak memakan biaya, memakan waktu serta tenaga, dan menjadi
suatu pengeluaran yang dianggap kurang menguntungkan perusahaan. Namun, jika
ditilik lebih dalam dan ditinjau untuk jangka waktu yang lama pemeliharaan dan
perawatan mesin yang efektif sangat dianjurkan untuk dilakukan. Karena kegiatan
tersebut banyak kaitannya dengan masalah jalannya suatu produksi dalam
menghasilkan produk, salah satu kaitannya dengan peningkatan produktivitas
produksi.
Kegiatan pemeliharaan dan
perawatan yang efektif akan memiliki banyak manfaat, beberapa hal diantaranya:
1.
Proses
produksi berjalan dengan lancer dan dapat memenuhi target kapasitas produksi
perusahaan.
2.
Meminimalkan
biaya kerusakan yang mungkin terjadi.
3.
Meminimalkan
tingkat produk reject, sehingga
produktivitas meningkat.
4.
Menambah
usia pakai mesin dari yang seharusnya.
5.
Menjaga
keselamatan pekerja dan lingkungan sekitar pabrik dari bahaya yang mungkin
timbul dari kerusakan mesin.
Dapat disimpulkan bahwa
kegiatan pemeliharaan dan perawatan mesin dilakukan tidak hanya untuk
memperbaiki mesin dan peralatan produksi, tetapi juga memelihara mesin sehingga
pelaksanaan produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan
target yang telah ditentukan.
TUJUAN MAINTENANCE
Maintenance dilakukan bukan hanya untuk
peremajaan sarana atau fasilitas saja. Tujuan
pemeliharaan fasilitas adalah mendukung keunggulan bersaing yang diinginkan
perusahaan, secara umum pemeliharaan berusaha menjaga agar sarana atau
fasilitas selalu dalam kondisi siap pakai untuk proses produksi sesuai dengan rencana,
dan tidak mengalami kerusakan selama fasilitas atau peralatan tersebut
digunakan dalam proses produksi.
Pada dasarnya pemeliharaan
fasilitas mesin merupakan suatu kegiatan yang mengarah pada tujuan untuk
menjamin kelangsungan fungsional dari suatu sistem produksi, fungsional sistem
produksi tersebut dirancang dan diharapkan akan menghasilkan produk sesuai
dengan target yang direncanakan.http://ngshtrnsengineer.blogspot.com/
Menurut Daryus A., (2007),
dalam buku Manajemen Pemeliharaan Mesin, tujuan dari pemeliharaan fasilitas
yang paling utama didefinisikan sebagai berikut:
1.
Untuk
memperpanjang kegunaan asset,
2.
Untuk
menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi dan
mendapatkan laba investasi maksimum yang mungkin,
3.
Untuk
menjamin kesiapan operasional dan seluruh peralatan yang diperlukan dalam
keadaan darurat setiap waktu,
4.
Untuk
menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana/fasilitas tersebut.
Sedangkan menurut Sofyan
Assauri, (2004), tujuan pemeliharaan fasilitas diantaranya:
1.
Kemampuan
produksi dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana produksi,
2.
Menjaga
kualitas pada tingkat yang tepatuntuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk
itu sendiri dan kegiatan produksi yang tidak terganggu,
3.
Untuk
membantu mengurangi pemakaian dan penyimpangan yang diluar batas dan menjaga
modal yang diinvestasikan tersebut,
4.
Untuk
mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakan
kegiatan pemeliharaan secara efektif dan efisien,
5.
Mengadakan
suatu kerja sama yang erat dengan fungsi-fungsi utama lainnya dari suatu
perusahaan dalam rangka mencapai tujuan utama perusahaan yaitu tingkat
keuntungan (return on investment)
yang sebaik mungkin dan total biaya yang terendah.
Terima kasih dan sangat mengedukasi.. minta ijin untuk menjadi bahan referensi ya..
ReplyDeleteSalam sukses selalu