Thursday, August 27, 2015

DEFINISI MAINTENANCE dan TUJUAN MAINTENANCE


DEFINISI MAINTENANCE
Trans N.H. - Teknik Industri


foto: Thinkstock
 
Menurut  Sofyan Assauri, (2004), pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian/penggantian yang diperlukan agar supaya terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Maintenance merupakan suatu fungsi dalam suatu industri manufaktur yang sama pentingnya dengan fungsi-fungsi lain seperti halnya dengan produksi. Hal ini dikarenakan apabila suatu perusahaan mempunyai mesin atau peralatan yang digunakan sebagai modal utama dalam pelaksanaan produksi, biasanya perusahaan tersebut selalu berusaha untuk tetap menjaga performa agar dapat mempergunakan mesin atau peralatan sehingga kegiatan produksi dapat berjalan dengan lancar. Dalam suatu usaha untuk terus dapat menggunakan mesin atau peralatan agar kontinuitas produksi dapat terjamin harus dilakukan kegiatan pemeliharaan dan perawatan, baik secara rutin ataupun berkala dan secara menyeluruh atau pada titik-titik rawan rusak pada mesin.

Tidak sedikit perusahaan yang kurang mengedepankan kegiatan pemeliharaan dan perawatan mesin karena dianggap akan banyak memakan biaya, memakan waktu serta tenaga, dan menjadi suatu pengeluaran yang dianggap kurang menguntungkan perusahaan. Namun, jika ditilik lebih dalam dan ditinjau untuk jangka waktu yang lama pemeliharaan dan perawatan mesin yang efektif sangat dianjurkan untuk dilakukan. Karena kegiatan tersebut banyak kaitannya dengan masalah jalannya suatu produksi dalam menghasilkan produk, salah satu kaitannya dengan peningkatan produktivitas produksi.
Kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang efektif akan memiliki banyak manfaat, beberapa hal diantaranya:
1.    Proses produksi berjalan dengan lancer dan dapat memenuhi target kapasitas produksi perusahaan.
2.    Meminimalkan biaya kerusakan yang mungkin terjadi.
3.    Meminimalkan tingkat produk reject, sehingga produktivitas meningkat.
4.    Menambah usia pakai mesin dari yang seharusnya.
5.    Menjaga keselamatan pekerja dan lingkungan sekitar pabrik dari bahaya yang mungkin timbul dari kerusakan mesin.
Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemeliharaan dan perawatan mesin dilakukan tidak hanya untuk memperbaiki mesin dan peralatan produksi, tetapi juga memelihara mesin sehingga pelaksanaan produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan target yang telah ditentukan. 


TUJUAN MAINTENANCE
Maintenance dilakukan bukan hanya untuk peremajaan sarana atau fasilitas saja. Tujuan pemeliharaan fasilitas adalah mendukung keunggulan bersaing yang diinginkan perusahaan, secara umum pemeliharaan berusaha menjaga agar sarana atau fasilitas selalu dalam kondisi siap pakai untuk proses produksi sesuai dengan rencana, dan tidak mengalami kerusakan selama fasilitas atau peralatan tersebut digunakan dalam proses produksi.
Pada dasarnya pemeliharaan fasilitas mesin merupakan suatu kegiatan yang mengarah pada tujuan untuk menjamin kelangsungan fungsional dari suatu sistem produksi, fungsional sistem produksi tersebut dirancang dan diharapkan akan menghasilkan produk sesuai dengan target yang direncanakan.http://ngshtrnsengineer.blogspot.com/
Menurut Daryus A., (2007), dalam buku Manajemen Pemeliharaan Mesin, tujuan dari pemeliharaan fasilitas yang paling utama didefinisikan sebagai berikut:
1.    Untuk memperpanjang kegunaan asset,
2.    Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi dan mendapatkan laba investasi maksimum yang mungkin,
3.    Untuk menjamin kesiapan operasional dan seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu,
4.    Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana/fasilitas tersebut.
Sedangkan menurut Sofyan Assauri, (2004), tujuan pemeliharaan fasilitas diantaranya:
1.    Kemampuan produksi dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana produksi,
2.    Menjaga kualitas pada tingkat yang tepatuntuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk itu sendiri dan kegiatan produksi yang tidak terganggu,
3.    Untuk membantu mengurangi pemakaian dan penyimpangan yang diluar batas dan menjaga modal yang diinvestasikan tersebut,
4.    Untuk mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakan kegiatan pemeliharaan secara efektif dan efisien,
5.    Mengadakan suatu kerja sama yang erat dengan fungsi-fungsi utama lainnya dari suatu perusahaan dalam rangka mencapai tujuan utama perusahaan yaitu tingkat keuntungan (return on investment) yang sebaik mungkin dan total biaya yang terendah.



1 comment:

  1. Terima kasih dan sangat mengedukasi.. minta ijin untuk menjadi bahan referensi ya..
    Salam sukses selalu

    ReplyDelete