Yaap,, lama banget tidak
bersua ya readers. Hoaaah rasanya kangen
ketak-ketik ini itu dan ini itu, tapi kadang niat sama pengaplikasian sering
gak berkesinambungan. Oke kali ini saya akan share mengenai dunia statistik
yang gak pernah terpisah dari penggunaan SPSS. Bahasan kali ini mengenai
Dendogram.
Analisis Cluster
Analisis cluster merupakan teknik
multivariat yang bertujuan untuk
mengelompokkan objek-objek berdasarkan karakteristik yang dimiliki objek.
Analisis cluster mengklasifikasi objek sehingga setiap objek dengan objek lain
yang paling dekat kesamaannya berada dalam satu cluster. Cluster-cluster yang
terbentuk memiliki homogenitas internal yang tinggi dan heterogenitas eksternal
yang tinggi.
Fokus dari analisis cluster
adalah membandingkan objek berdasarkan set variabel, inilah yang menyebabkan
para ahli mendefinisikan set variabel sebagai tahap kritis dalam analisis
cluster. Set variabel cluster adalah suatu set variabel yang merepresentasikan
karakteristik yang dipakai oleh objek-objek.
Solusi cluster secara keseluruhan
bergantung pada variabel –variabel yang digunakan sebagai dasar untuk menilai
kesamaan. Penambahan atau pengurangan variabel yang relevan dapat mempengaruhi
substansi hasil analisis cluster. Tiap penyelesaian tergantung pada beberapa
elemen prosedur dan beberapa penyelesaian yang berbeda dapat diperoleh dengan
mengubah satu elemen atau lebih.
Tujuan Analisis Cluster adalah
mengelompokkan objek berdasarkan kesamaan arakteristik objek. Ciri-ciri cluster
yang baik yaitu:
Ø Homogenitas
internal (within cluster), yaitu
kesamaan antar anggota dalam satu cluster;
Ø Heterogenitas
cluster (between cluster), yaitu
perbedaan antar cluster yang satu dengan cluster lainnya.
Metode Pengelompokan Analisis Cluster
Pengelompokan dalam analisis
cluster mencakup 3 hal:
1.
Mengukur kesamaan jarak,
2.
Membentuk cluster secara hierarki,
3.
Menentukan jumlah cluster.
Dalam analisis cluster terdapat 2
metode, yaitu:
- Metode hierarki
Dimulai dengan
pengelompokan dengan dua atau lebih objek yang mempunyai kesamaan paling dekat
, kemudian diteruskan dengan objek yang lain dan seterusnya. Nantinya cluster
akan membentuk semacam tingkatan (hierarki) yang jelas dan menghubungkan antar
objek yang berkaitan. Mulai dari antar objek yang paling mirip hingga yang
paling tidak mirip. Dalam SPSS menggunakan plot Dendogram untuk membantu memperjelas proses hierarkinya.
- Metode Non-Hieraki
Dimulai dengan
menentukan jumlah clusternya terlebih dahulu sesuai yang diinginkan (dua, tiga,
atau lainnya). Setelah menentukan jumlah cluster selanjutnya proses cluster
dilakukan tanpa mengikuti proses hierarki. Dalam SPSS meggunakan metode K-Means Cluster.
Konsep metode hieraki ini dimulai
dengan menggabungkan 2 objek yang paling mirip (tingkatan paling dasar/awal)
kemudian gabungan 2 objek tersebut akan bergabung lagi dengan satu atau lebih
objek yang mirip lainnya (tingkatan kedua, ketiga, atau lainnya). Proses
clustering ini pada akhirnya akan mengerucut menjadi satu cluster besar (tingkatan paling atas/akhir) yang mencakup
semua objek. Metode ini disebut juga sebagai metode Aglomerativ yang
digambarkan denga dendogram.
Asumsi yang harus dipenuhi dalam
analisis cluster adalah:
-
Sampel yang diambil harus benar-benar dapat
mewakili populasi yang ada (representativeness
of sample),
-
Multi-kolinieritas.
Olah Data Analytic Hierarchy Process (AHP) Dengan Expert Choice 11
ReplyDeleteWhatsApp : +6285227746673
IG :@olahdatasemarang
Website : http://biro-jasa-spss.blogspot.co.id