1.
Uji Validitas
Uji validitas merupakan pengujian kevalidan dari data,
apakah instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian bisa
digunakan atau tidak. Validitas memberikan petunjuk sejauh mana alat ukur yang
digunakan tepat untuk digunakan atau tidak. Bila alat ukur yang digunakan terbukti
tidak valid maka ia tidak perlu digunakan dan tidak bermanfaat dalam
penelitian.
Menurut Sugiyono (2010) untuk mencari nilai validitas
pada suatu item dilakukan pengkorelasian skor item (correlated item total) dengan total item-item tersebut, namun jika ada
item yang tidak memenuhi syarat, maka item tersebut tidak akan diteliti lebih
lanjut. yang harus dipenuhi yaitu harus memiliki kriteria sebagai berikut:
a. Jika r hitung ≥
0,3 maka item-item tersebut dinyatakan valid.
b. Jika r hitung ≤
0,3 maka item-item tersebut dinyatakan tidak valid
Untuk pengujian validitas data dapat menggunakan rumus pearson product moment
dimana:
rxy = Koefisien korelasi x terhadap y
n = Banyak sampel
2.
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk menyatakan bahwa apabila
instrumen yang digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan
menghasilkan data yang sama. Menurut Sugiyono (2010) reliabilitas adalah
derajat konsistensi data dalam interval waktu tertentu. Reabilitas dapat
disebut sebagai suatu karakteristik terkait dengan keakuratan, ketelitian, dan
kekonsistenan.
Dalam penelitian ini, untuk menguji reliabilitas setiap
variabel diukur menggunakan Alpha Cronbach
(𝛼). Dengan uji Alpha
Cronbach (𝛼) dapat mendeteksi indikator –
indikator yang tidak konsisten. Teknik ini juga merupakan teknik pengujian
reliabilitas yang paling sering digunakan. Alpha
Cronbach (𝛼) merupakan sebuah ukuran
keandalan yang memiliki nilai berkisar 0 – 1, dengan rumus sebagai berikut:
dimana :
α = Koefisien Reliabilitas Alpha
Cronbach
S2 = Varians skor keseluruhan
Si2 = Varians masing-masing item
Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai
Cronbach Alpha > 0,60 atau mendekati angka 1. Nilai tingkat keandalan Alpha Cronbach (𝛼) dapat ditunjukkan pada Tabel 4.1 berikut ini.
Tabel 4.1 Nilai tingkat keandalan Alpha Cronbach (𝛼)
|
Nilai Alpha Cronbach (𝛼)
|
Tingkat Keandalan
|
|
0,0 – 0,20
|
Tidak andal
|
|
> 0,20 – 0,40
|
Kurang andal
|
|
> 0,40 – 0,60
|
Cukup andal
|
|
> 0,60 – 0,80
|
Andal
|
|
> 0,80 – 1,00
|
Sangat andal
|
Sumber: Hair
et al. (2010)


No comments:
Post a Comment