Komunikasi adalah jembatan penghubung dalam menjalani
kehidupan atau aktifitas sehari-hari. Untuk menyampaikan sesuatu atau
mendapatkan sesuatu, setiap orang perlu berkomunikasi. Setiap orang adalah
komunikator, baik intrapersonal, interersonal (one-to-one), kelompok kecil
(one-to-few), maupun publik atau masa.
Seperti halnya dengan benda yang dapat dilihat, komunikasi
juga memiliki elemen dan karakteristik. Elemen-elemen
komunikasi tersebut adalah:
·
Manusia (People)
Manusia sebagai objek pengirim (sender) dan penerima (receiver atau audience).
·
Pesan (Messages)
Berasal dari bahasa latin Mittere yang berarti mengirim. Hal yang
dikirim dapat berupa konsep, ide, informasi, pernyataan. Prose mengirimnya
dapat dalam bentuk verbal maupun non-verbal.
·
Saluran (Channel)
Medium yang digunakan untuk mengirim
sinyal dari transmitter ke receiver.
Bisa dalam bentuk Formal (internal & eksternal) ataupun Informal (internal
& eksternal).
·
Gangguan (Noise) atau Barriers
Gangguan yang muncul dapat berupa
gangguan yang berasal dari manusia seperti pendengaran, pelafalan kata,
pemahaman materi pembicaraan. Atau gangguan dari lingkungan seperti suara
bising dan jarak yang jauh.
·
Konteks (Context) atau Setting
Materi pembicaraan yang menjadi topik
dalam berkomunikasi.
·
Umpan balik (Feedback)
Komunikasi dapat berjalan dengan baik
jika adanya umpan balik dari lawan bicara, dengan kata lain informasi akan
tersampaikan jika terjadi komunikasi dua arah. Informasi dari pembicara
tersampaikan pada pendengar, kemudian pendengar memberikan umpan balik kepada
pembicara.
·
Efek (effect) atau pengaruh
Hal yang terjadi setelah
berkomunikasi, apakah informasi tersampaikan dengan baik atau tidak.
Karakteristik komunikasi yang sangat penting diketahui ada 6,
yaitu:
1.
Komunikasi adalah sebuah proses yang
dinamis.
Semua elemennya secara konstan
berinteraksi dan mempengaruhi sesamanya. Kualitas kemampuan kita berkomunikasi
sekarang, tentu akan mempengaruhi kualitas berkomunikasi kita nantinya.
2.
Komunikasi bersifat tak berulang (unrepeatable) dan tak dapat balik (irreversible).
Sekalipun diulang, sedikit atau
banyak isi informasi yang didapatkan akan berbeda dengan ucapan pertama kali.
Apalagi jika mendapatkan informasi bukan dari sumbernya, dari pihak ketiga
misalnya, pasti akan terdapat perbedaan isi informasi. Bisa jadi berkurang atau
justru bertambah dengan informasi yang lain.
3.
Komunikasi dipengaruhi oleh budaya.
Salah satu keberhasilan menyampaikan informasi adalah berkomunikasi
sesuai dengan budaya ditempat tersebut. Apalagi didukung dengan kemampuan
penguasaan aksen dan kata yang digunakan masyarakat setempat, tentu akan
mempermudah komunikasi.
4.
Komunikasi dipengaruhi oleh etika.
Penerima (receiver) menjadi kurang tertarik atau bahkan tidak tertarik dengan
pembicara/pengirim informasi yang kurang beretika, meski pembicara tersebut
adalah orang penting sekalipun. Sebaliknya, orang biasa yang mampu
berkomunikasi dengan etika yang baik pasti akan lebih didengar dan membuat receiver tertarik.
5.
Komunikasi itu berbasis kompetensi.
Berkomunikasi sesuai dengan tingkat
pengetahuan pendengar/penerima. Menggunakan kata yang sesuai dengan tingkat
pengetahuan penerima lebih efektif. Bedakan antara berkomunikasi dengan anak
kelas 4 SD, dan berkomunikasi dengan
mahasiswa. Berbicara dengan anak SD menggunakan bahasa tinggi akan sulit
dipahami, informasi tidak akan tersampaikan dengan baik, dan komunikasi pun
akan kurang berjalan dengan baik.
6.
Komunikasi ditransformasi oleh media
dan teknologi.
Jika digunakan secara cerdas, media
dan teknologi yang ada saat ini akan membawa pada kemajuan berkomunikasi. Bukan
saja untuk mempermudah, tetapi juga memberi akses pengetahuan wawasan luas.
Referensi:
Outline Kuliah Komunikasi Profesional oleh Prof. Dr.
Ir. Darwin Sitompul M. Eng
------------------------------------------------
Semoga bermanfaat, kritik dan saran Readers sekalian sangat membantu
dalam penyempurnaan artikel ini J

No comments:
Post a Comment