“It’s not what happens to you, it’s how you handle it.”
Sulit sepertinya memisahkan
bisnis dengan kata rugi, krisis dan pailit. Karena beberapa hal tersebut pasti
terjadi, meski tidak semuanya berakhir pada pailit. Setiap bisnis pasti
memiliki tingkat krisis yang berbeda dan penyelesaiannya juga pasti berbeda.
Saat bisnis kita sedang mengalami krisis, jangan langsung memenjarakan diri
dengan kesalahan-kesalahan dan penyesalan yang justru akan berujung pada
semakin semrawutnya masalah bahkan menimbulkan masalah baru. Belum lagi jika
sampai kesehatan dan mental juga ikut terganggu, ini justru akan semakin
memperburuk keadaan keuangan.
Banyak hal yang bisa dilakukan
selama melalui masa krisis. Selain mencari cara untuk menyelesaikan masalah
yang menyebabkan krisis pada bisnis itu sendiri, memperbaiki perilaku kebiasaan
dan pola pikir kita juga menjadi hal yang sangat penting. Beberapa hal positif
tersebut adalah:
1.
Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
Komunikasi yang
baik akan menyampaikan pesan yang baik pula. Setiap orang mampu berkomunikasi
baik dalam bentuk verbal maupun non-verbal, namun tidak semua orang memiliki
kemampuan berkomunikasi yang baik. Kemampuan berkomunikasi yang baik menjadi
salah satu penunjang kesuksesan dalam menjalin hubungan dengan orang
lain/rekan.
2.
Menggunakan waktu secara produktif
Kunci dari
kesuksesan adalah menggunakan waktu melakukan hal-hal yang bermanfaat. Meski
sedang mengalami masalah, menempatkan diri untuk tetap produktif dengan
melakukan hal positif sehingga waktu yang ada tidak sia-sia, jika memungkinkan
hal positif itu dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Banyak hal yang
bisa dilakukan seperti kerja part-time, mempelajari software baru, membaca,
kursus, memperluas jalinan dengan rekan kerja, dan lain sebagainya.
3.
Mengurangi stress
Semakin banyak
pekerjaan yang dilakukan terkadang sulit untuk melakukan hal-hal yang membuat
diri menjadi relax, apalagi ditambah masalah-masalah yang muncul pasti semakin
membuat stres. Menyempatkan diri untuk melakukan hal diluar aktivitas bisnis
bisa membantu mengurangi stress seperti berolah raga, menjalankan hobi,
berlibur, nonton, bermain bersama hewan peliharaan, berkebun, dan hal
menyenangkan lainnya.
4.
Berpikir positif dan percaya diri
Tidak selamanya
hal yang diinginkan berjalan sesuai dengan rencana, semuanya pasti ada
cacatnya. Saat hal yang sudah direncanakan tidak berjalan dengan baik jangan
langsung menyalahkan siapa dan siapa, tapi koreksi,pelajari dan rencanakan
kembali mungkin ada hal yang terlewatkan atau salah dilakukan. Berpikir positif,
tetap percaya diri dan jika memungkinkan kerjakan kembali dengan rencana baru
yang lebih matang.
5.
Berhenti mencemaskan
Orang yang
selalu mencemaskan segala sesuatu tidak akan mendapatkan ketenangan jiwa dan
pikiran. Sebuah studi membuktikan bahwa kesemasan seseorang yang sering muncul
adalah 40% dari kecemasanakan hal yang tidak pernah terjadi, 30% hal-hal yang
tidak dapat diubah, 12% cemas akan kesehatan, 10% mengenai keuangan dan hanya
8% yang sebenarnya inti dari masalah.
Mencemaskan hal-hal yang belum tentu terjadi juga dapat menguras energi
dan menyebabkan stress. Cemas juga dapat mengganggu kesehatan yang dapat
menimbulkan berbagai penyakit.
Setiap orang dapat melakukan apapun melebihi kemampuannya
dan mampu bersaing dengan orang lain yang lebih hebat dari dirinya, semuanya
tergantung kemauan dan kerja keras yang dilakukan. Karena tidak ada hasil yang
mengingkari prosesnya.
Referensi:
Buku Fool-Proof
Marketing 15 methodes for selling any product or service in any economy,
oleh Robert W. Bly
No comments:
Post a Comment