Thursday, January 5, 2017

Personal Strategies Selama Melewati Masalah


“It’s not what happens to you, it’s how you handle it.”

Sulit sepertinya memisahkan bisnis dengan kata rugi, krisis dan pailit. Karena beberapa hal tersebut pasti terjadi, meski tidak semuanya berakhir pada pailit. Setiap bisnis pasti memiliki tingkat krisis yang berbeda dan penyelesaiannya juga pasti berbeda. Saat bisnis kita sedang mengalami krisis, jangan langsung memenjarakan diri dengan kesalahan-kesalahan dan penyesalan yang justru akan berujung pada semakin semrawutnya masalah bahkan menimbulkan masalah baru. Belum lagi jika sampai kesehatan dan mental juga ikut terganggu, ini justru akan semakin memperburuk keadaan keuangan.
Banyak hal yang bisa dilakukan selama melalui masa krisis. Selain mencari cara untuk menyelesaikan masalah yang menyebabkan krisis pada bisnis itu sendiri, memperbaiki perilaku kebiasaan dan pola pikir kita juga menjadi hal yang sangat penting. Beberapa hal positif tersebut adalah:
1.       Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
Komunikasi yang baik akan menyampaikan pesan yang baik pula. Setiap orang mampu berkomunikasi baik dalam bentuk verbal maupun non-verbal, namun tidak semua orang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Kemampuan berkomunikasi yang baik menjadi salah satu penunjang kesuksesan dalam menjalin hubungan dengan orang lain/rekan.


2.       Menggunakan waktu secara produktif
Kunci dari kesuksesan adalah menggunakan waktu melakukan hal-hal yang bermanfaat. Meski sedang mengalami masalah, menempatkan diri untuk tetap produktif dengan melakukan hal positif sehingga waktu yang ada tidak sia-sia, jika memungkinkan hal positif itu dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Banyak hal yang bisa dilakukan seperti kerja part-time, mempelajari software baru, membaca, kursus, memperluas jalinan dengan rekan kerja, dan lain sebagainya.

3.       Mengurangi stress
Semakin banyak pekerjaan yang dilakukan terkadang sulit untuk melakukan hal-hal yang membuat diri menjadi relax, apalagi ditambah masalah-masalah yang muncul pasti semakin membuat stres. Menyempatkan diri untuk melakukan hal diluar aktivitas bisnis bisa membantu mengurangi stress seperti berolah raga, menjalankan hobi, berlibur, nonton, bermain bersama hewan peliharaan, berkebun, dan hal menyenangkan lainnya.

4.       Berpikir positif dan percaya diri
Tidak selamanya hal yang diinginkan berjalan sesuai dengan rencana, semuanya pasti ada cacatnya. Saat hal yang sudah direncanakan tidak berjalan dengan baik jangan langsung menyalahkan siapa dan siapa, tapi koreksi,pelajari dan rencanakan kembali mungkin ada hal yang terlewatkan atau salah dilakukan. Berpikir positif, tetap percaya diri dan jika memungkinkan kerjakan kembali dengan rencana baru yang lebih matang.

5.       Berhenti mencemaskan
Orang yang selalu mencemaskan segala sesuatu tidak akan mendapatkan ketenangan jiwa dan pikiran. Sebuah studi membuktikan bahwa kesemasan seseorang yang sering muncul adalah 40% dari kecemasanakan hal yang tidak pernah terjadi, 30% hal-hal yang tidak dapat diubah, 12% cemas akan kesehatan, 10% mengenai keuangan dan hanya 8% yang sebenarnya inti dari masalah.  Mencemaskan hal-hal yang belum tentu terjadi juga dapat menguras energi dan menyebabkan stress. Cemas juga dapat mengganggu kesehatan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Setiap orang dapat melakukan apapun melebihi kemampuannya dan mampu bersaing dengan orang lain yang lebih hebat dari dirinya, semuanya tergantung kemauan dan kerja keras yang dilakukan. Karena tidak ada hasil yang mengingkari prosesnya.


Referensi:

Buku Fool-Proof Marketing 15 methodes for selling any product or service in any economy, oleh Robert W. Bly

No comments:

Post a Comment