Konflik adalah kondisi atau tindakan akibat adanya perselisihan atau perbedaan atas hal – hal yang berlawanan. Perbedaan yang terjadi berkenaan dengan ide, kepentingan, pemahaman, kebiasaan dan lain sebagainya. Konflik tidak harus menyebabkan lahirnya permusuhan, meskipun permusuhan pasti dapat menjadi bagian dari situasi konflik tersebut.
Siapa saja yang dapat terlibat konflik? Setiap orang memiliki kemungkinan terlibat dalam konflik, bisa dalam konflik yang tingkatnya sederhana maupun tingkat yang sulit diselesaikan. Ada beberapa jenis – jenis konflik, yaitu:
1. Konflik Intraindividual (Internal), Yaitu konflik dengan individu itu sendiri atau dengan kata lain konflik dengan diri sendiri. biasanya timbul jika ada keinginan yang lebih dari 1 macam, sehingga muncul kebimbangan dalam memilih.
2. Konflik antar individu,yaitu konflik yang terjadi antara satu individu dengan individu lainnya. Misalnya konflik antar karyawan atau antar pemimpin, yang biasanya disebabkan oleh perbedaan latarbelakang suatu pemahaman.
3. Konflik individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok, biasanya terjadi antara pemimpin dengan kelompok karyawan atau kelompok karyawan dengan kelompok karyawan lainnya.
4. Konflik antar negara
Konflik yang terjadi pasti akan menghasilkan dampak, dari sudut pandang dampak yang timbul akibat konflik dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Fungsional
Dampak fungsional dihasilkan oleh konflik konstruktif yaitu dampak yang bisa memberi manfaat atau keuntungan yang sifatnya membangun bagi organisasi ataupun individu serta bisa dikelola dan dipahami. Biasanya saat terjadi konflik kedua belah pihak yang terlibat konflik tetap menjaga hubungan yang positif, konflik tetap terkendali dan terkelola dengan baik.
2. Infungsional
Dampak infungsional dihasilkan oleh konflik destruktif yaitu dampak yang tidak bisa memberikan keuntungan atau tidak memberikan manfaat bagi organisasi, ini justru dapat merugikan. Pihak – pihak yang terlibat konflik selalu ingin menang dan merasa benar dan tidak ada pihak lain yang menjadi penengah diantara konflik.
Sumber – sumber Konflik Dalam Organisasi
• Perbedaan kepentingan
• Ambiguous jurisdiction (yurisdiksi yang kabur)
• Ketidakjelasan peran
• Birokrasi yang berlebihan
• Aturan – aturan perilaku (rules of conduct)
• Penambahan peraturan yang tidak perlu
• Tujuan yang berbeda, tidak jelas dan saling bertentangan
• Penyimpangan dari tujuan
• Ketergantungan dari kelompok
• Hambatan komunikasi
• Sumberdaya yang terbatas
• Wilayah
- Ada campur tangan atas wilayah berupa sengaja, tanpa sengaja, tumpang tindih, dan atau ketidakjelasan batas
- Keinginan yang tinggi atas suatu wilayah/kekuasaan tertentu
• Mencuatnya kembali Konflik lama yang tak terselesaikan
• Permusuhan yang irrasional
- Prasangka, opini pribadi
- Permusuhan atas dasar SARA dan kekurangan fisik
- Pembalasan dendam / pelampiasan kemarahan yang salah arah
- Permusushan dalam kelompok
Siapa saja yang dapat terlibat konflik? Setiap orang memiliki kemungkinan terlibat dalam konflik, bisa dalam konflik yang tingkatnya sederhana maupun tingkat yang sulit diselesaikan. Ada beberapa jenis – jenis konflik, yaitu:
1. Konflik Intraindividual (Internal), Yaitu konflik dengan individu itu sendiri atau dengan kata lain konflik dengan diri sendiri. biasanya timbul jika ada keinginan yang lebih dari 1 macam, sehingga muncul kebimbangan dalam memilih.
2. Konflik antar individu,yaitu konflik yang terjadi antara satu individu dengan individu lainnya. Misalnya konflik antar karyawan atau antar pemimpin, yang biasanya disebabkan oleh perbedaan latarbelakang suatu pemahaman.
3. Konflik individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok, biasanya terjadi antara pemimpin dengan kelompok karyawan atau kelompok karyawan dengan kelompok karyawan lainnya.
4. Konflik antar negara
Konflik yang terjadi pasti akan menghasilkan dampak, dari sudut pandang dampak yang timbul akibat konflik dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Fungsional
Dampak fungsional dihasilkan oleh konflik konstruktif yaitu dampak yang bisa memberi manfaat atau keuntungan yang sifatnya membangun bagi organisasi ataupun individu serta bisa dikelola dan dipahami. Biasanya saat terjadi konflik kedua belah pihak yang terlibat konflik tetap menjaga hubungan yang positif, konflik tetap terkendali dan terkelola dengan baik.
2. Infungsional
Dampak infungsional dihasilkan oleh konflik destruktif yaitu dampak yang tidak bisa memberikan keuntungan atau tidak memberikan manfaat bagi organisasi, ini justru dapat merugikan. Pihak – pihak yang terlibat konflik selalu ingin menang dan merasa benar dan tidak ada pihak lain yang menjadi penengah diantara konflik.
Sumber – sumber Konflik Dalam Organisasi
• Perbedaan kepentingan
• Ambiguous jurisdiction (yurisdiksi yang kabur)
• Ketidakjelasan peran
• Birokrasi yang berlebihan
• Aturan – aturan perilaku (rules of conduct)
• Penambahan peraturan yang tidak perlu
• Tujuan yang berbeda, tidak jelas dan saling bertentangan
• Penyimpangan dari tujuan
• Ketergantungan dari kelompok
• Hambatan komunikasi
• Sumberdaya yang terbatas
• Wilayah
- Ada campur tangan atas wilayah berupa sengaja, tanpa sengaja, tumpang tindih, dan atau ketidakjelasan batas
- Keinginan yang tinggi atas suatu wilayah/kekuasaan tertentu
• Mencuatnya kembali Konflik lama yang tak terselesaikan
• Permusuhan yang irrasional
- Prasangka, opini pribadi
- Permusuhan atas dasar SARA dan kekurangan fisik
- Pembalasan dendam / pelampiasan kemarahan yang salah arah
- Permusushan dalam kelompok
--------------------------------------------------------------
Semoga bermanfaat, kritik dan saran Readers sekalian sangat membantu dalam penyempurnaan artikel ini :)

No comments:
Post a Comment