Tuesday, July 11, 2017

KEY POSITION KESUKSESAN PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.


Didalam menentukan key position  memang kita harus menganalisa dari aspek dampak terhadap kinerja section/departemen/perusahaan & key business process, namun dalam proses identifikasi key position  apakah metodenya dapat dilakukan dengan cara interview terhadap top management sehingga dapat diidentifikasi key position . Key position  dilihat dari kacamata Organization Model - Organization Structure dengan semua kaitan organization development program.
Requirement lainnya dari Key position  adalah posisi atau jabatan yang berada dalam key business process sehingga bila posisi ini hilang akan mengakibatkan adanya proses kerja yang terhenti sehingga organisasi perusahaan gagal dalam mencapai target goalnya. Disatu sisi lain, mengatakan bahwa tidak semua posisi managerial dalam organisasi adalah posisi kunci. Malah ada beberapa posisi atau jabatan yang bersifat specialist bisa dianggap posisi kunci.
Setelah jelas dengan definisi posisi kunci, barulah dibuat kriteria untuk dapat menduduki posisi kunci tsb atau yang disebut pemegang posisi kunci. Profile kompetensi lengkapnya seperti apa, mulai dari core values, core competencies, sampai dengan job competencies nya. Biasanya profile pemegang posisi kunci berasal dari high flyers yang notabene membedakan dengan pekerja biasa. Hal ini berkaitan dengan praktek Integrated Talent Management.

Key Position di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
A.      Profil  Perusahaan
Alfamart adalah sebuah brand minimarket peyediaan kebutuhan hidup sehari-hari oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya,tbk. Pada tahun 1989 merupakan awal berdirinya Alfamart. Pertengahan 2007 Alfamart, ditetapkan sebagai minimarket pertama diindonesia yang memperoleh sertifikat Iso 9001:2000 untuk system manajemen mutu. Jumlah gerai mencapai 2000 toko dan telah memasuki pasar Lampung. Awal 2009 menjadi perusahaan public tgl 15 Januari 2009 dibursa efek Indonesia disertai dengan penambahan jumlah gerai mencapai 3000 toko dan juga memasuki pasar Bali. Jumlah Alfamart bertumbuh pesat hingga Mei 2011, jumlah gerai alfa sebanyak 4000 unit gerai, jumlah gerai sebelumnya menargetkan bisa membuka 600 gerai.  Alfamart memiliki total gerai sebanyak 6.585 gerai per 30 September 2012, kemudian akan mengembangkan pembukaan di beberapa wilayah Indonesia Timur.
B.      VISI, MISI DAN BUDAYA
·         VISI
Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang memiliki oleh masyarakat luas berorientasi kepada pemberdayaan usaha kecil, memenuhi kebutuhan, harapan konsumen, serta mampu bersaing global.

·         MISI
1.   Memberikan kepuasan pada pelanggan/konsumen dengan berfokus pada  produk pelayanan yang berkualitas unggul.
2.   Selalu menjadi yang terbaik  dalam segala hal yang dilakukkan dan selalu menegakkan tingkah laku/etika bisnis yang tertinggi.
3.   Ikut berpartisipasi dalam membangun negara dengan menumbuh-kembangkan jiwa wisatawan dan kemitrausahan.
4.   Membangun organisasi global yang terpercaya,tersehat dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi pelanggan, pemasok, karyawan, pemegang saham dan masyarakat umum.

·         Motto
 “ Belanja Puas Harga Pas”

·         Budaya 2i &3k
1.       Integritas tinggi
2.       Inovasi untuk kemajuan lebih baik.
3.       Kualitas & produktivitas yang lebih tinggi.
4.       Kerjasama team.
5.       Kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang baik


Key Position Mission Centered

Kepemimpinan dan Keterlibatan Karyawan
Kepemimpinan sebagai bagian penting dalam organisasi yang akan menggerakkan aktifitas personil dibawahnya. Kepemimpinan efektif dibangun berdasar wewenang dan tugas yang telah dimandatkannya dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Kepemimpinan di Alfamart dikordinatori oleh pejabat toko (Chief of Store dan Assisten Chief of Store). Pejabat toko ini bertanggung jawab terhadap jalannya toko dan mewakili toko dalam rapat di tingkat wilayah.
Kepemimpinan yang efektif dapat dilihat dari komitmen yang menyertainya. Komitmen ini akan menjadi semangat karyawan dibawahnya untuk ikut juga berprestasi. Alat ukur bagi keberhasilan kepemimpinan dan komitmen karyawan dapat dilihat dari hasil penjualan toko tersebut, diantaranya adalah Sales perday (SPD), Struk perday (STD) dan Average purchase customer (APC).  Ketiga komponen, agar seluruh karyawan dapat melihat untuk kemudian dijadikan bahan untuk pelaksanaan evaluasi selanjutnya.

Pelatihan dan Pengembangan
Karyawan sebagai aktor terpenting dalam kesuksesan bisnis eceran. Karyawan yang tanggap, terampil dan cekatan secara langsung dapat mengoptimalkan layanan yang diberikan oleh sebuah toko. Karyawan Alfamart mendapat perbekalan pengetahuan dan praktek di dalam toko sejak diterima menjadi karyawan.  Pada saat sebelum bekerja karyawan diberikan pelatiha selama satu minggu menurut kriteria posisi yang dipegangnya. Materi yang diberikan secara umum oleh semua karyawan adalah standar prosedur pelayanan prima di toko, materi pelaksanaan SOP, penanganan keluhan konsumen dan materi lainnya.
Khusus untuk kasir diberikan materi kecantikan (beauty class). Seiring perjalanan waktu, pelayanan toko akan mengalami perubahan seiring dengan perubahan segmen pasar, perilaku konsumen dan perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu program pelatihan dan pengembangan karyawan terus dilakukan secara berkala setiap bulan secara bergantian tergantung dari materi pelatihan.

Pertemuan Evaluasi
Pertemuan atau rapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antar seluruh personil toko, dari mulai masalah penjualan sampai dengan peningkata kinerja karyawan mengenai tugas dan tanggung jawabnya sampai dengan arena untuk membahas program promosi yang akan dijalankan oleh toko.
Hasil evaluasi biasanya dapat diketahui tentang keefektifan karyawan dan juga kinerja toko dalam volume penjualannya. Untuk itu karyawan selalu bekerjasama memperbaiki kinerjanya dan toko yang dikelola agar dapat terhindar dari predikat toko dalam pengawasan oleh koordinator wilayahnya. Agenda pertemuan evaluasi dilakukan setiap hari pada saat toko akan buka dipagi hari dan siang hari ketika terjadi pergantian shift masuk kerja.

Key Position Service Centered

Perhatian yang Besar terhadap Pelanggan
Layanan di toko Alfamart berfokus pada pelanggan. Karena itu pelanggan lebih tepat diistilahkan sebagai ”Raja” yang harus dilayani secara maksimal. Ada beberapa feature yang diberikan kepada konsumen diantaranya adalah diberikan kartu keanggotaan Alfamart (disebut Kartu AKU). Kartu Aku ini diberikan kepada setiap pelanggan dengan banyak sekali manfaat yang menyertainya. Manfaat tersebut diantaranya adalah diberikan reward untuk diikutsertakan pada program promosi toko.

Implementasi ISO 9001 : 2000
Pada tahun 2006 Alfamart bertekad akan mendapatkan sertifikasi manajemen kualitas formal yang pertama yang belum dilakukan oleh mini market lain sejenis. Keinginan tersebut sudah dimasukkan kedalam agenda kerja dan sejalan dengan visi PT. Sumber Alfaria Trijaya, dimana seluruh toko terlibat didalamnya. Tahap implementasi sampai dengan didapatkannya sertifikat dari lembaga audit bukanlah pekerjaan yang mudah, tapi juga bukanlah sesuatu yang sulit. Dikatakan tidak sulit, karena penerapan manajemen kualitas telah terlaksana dengan baik secara terdokumentasi dan prosedur layanan toko ke konsumen telah berjalan baik.
Dukungan seluruh departemen yang terkait dengan bidang operasional terlibat dengan seluruh personil toko. Berikut akan disampaikan target yang diberikan oleh seluruh personil toko dalam rangka memuluskan proses implementasi ISO 9001:2000, diantaranya meliputi :

1.       Karyawan selalu menghapalkan kebijakan mutu
 ” Alfamart selalu siap memberikan kepuasan berbelanja dengan harga pas”.
2.       Karyawan mengetahui sasaran mutu.
-        Kepuasan Berbelanja
-        Kenyamanan Berbelanja
-        Kualitas Barang Dagangan

-        Harga Pas

No comments:

Post a Comment