Didalam
menentukan key position memang kita harus menganalisa dari aspek
dampak terhadap kinerja section/departemen/perusahaan & key business
process, namun dalam proses identifikasi key
position apakah metodenya dapat
dilakukan dengan cara interview terhadap top management sehingga dapat diidentifikasi
key position . Key position dilihat dari
kacamata Organization Model -
Organization Structure dengan semua kaitan organization development
program.
Requirement
lainnya dari Key position adalah posisi atau jabatan yang berada dalam
key business process sehingga bila posisi ini hilang akan mengakibatkan adanya
proses kerja yang terhenti sehingga organisasi perusahaan gagal dalam mencapai
target goalnya. Disatu sisi lain, mengatakan bahwa tidak semua posisi
managerial dalam organisasi adalah posisi kunci. Malah ada beberapa posisi atau
jabatan yang bersifat specialist bisa dianggap posisi kunci.
Setelah
jelas dengan definisi posisi kunci, barulah dibuat kriteria untuk dapat
menduduki posisi kunci tsb atau yang disebut pemegang posisi kunci. Profile kompetensi
lengkapnya seperti apa, mulai dari core
values, core competencies, sampai dengan job competencies nya. Biasanya profile pemegang posisi kunci
berasal dari high flyers yang notabene membedakan dengan pekerja biasa. Hal ini
berkaitan dengan praktek Integrated
Talent Management.
Key Position di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
A. Profil Perusahaan
Alfamart
adalah sebuah brand minimarket peyediaan kebutuhan hidup sehari-hari oleh PT.
Sumber Alfaria Trijaya,tbk. Pada tahun 1989 merupakan awal berdirinya Alfamart.
Pertengahan 2007 Alfamart, ditetapkan sebagai minimarket pertama diindonesia
yang memperoleh sertifikat Iso 9001:2000 untuk system manajemen mutu. Jumlah
gerai mencapai 2000 toko dan telah memasuki pasar Lampung. Awal 2009 menjadi
perusahaan public tgl 15 Januari 2009 dibursa efek Indonesia disertai dengan
penambahan jumlah gerai mencapai 3000 toko dan juga memasuki pasar Bali. Jumlah
Alfamart bertumbuh pesat hingga Mei 2011, jumlah gerai alfa sebanyak 4000 unit
gerai, jumlah gerai sebelumnya menargetkan bisa membuka 600 gerai. Alfamart memiliki total gerai sebanyak 6.585
gerai per 30 September 2012, kemudian akan mengembangkan pembukaan di beberapa
wilayah Indonesia Timur.
B. VISI, MISI DAN BUDAYA
·
VISI
Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang memiliki oleh masyarakat
luas berorientasi kepada pemberdayaan usaha kecil, memenuhi kebutuhan, harapan konsumen,
serta mampu bersaing global.
·
MISI
1. Memberikan kepuasan pada pelanggan/konsumen
dengan berfokus pada produk pelayanan
yang berkualitas unggul.
2. Selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukkan dan selalu
menegakkan tingkah laku/etika bisnis yang tertinggi.
3. Ikut berpartisipasi dalam membangun negara
dengan menumbuh-kembangkan jiwa wisatawan dan kemitrausahan.
4. Membangun organisasi global yang
terpercaya,tersehat dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi pelanggan, pemasok,
karyawan, pemegang saham dan masyarakat umum.
·
Motto
“ Belanja Puas Harga Pas”
·
Budaya 2i
&3k
1. Integritas tinggi
2. Inovasi untuk kemajuan lebih baik.
3. Kualitas & produktivitas yang
lebih tinggi.
4. Kerjasama team.
5. Kepuasan pelanggan melalui standar
pelayanan yang baik
Key Position Mission Centered
Kepemimpinan
dan Keterlibatan Karyawan
Kepemimpinan sebagai bagian penting dalam organisasi
yang akan menggerakkan aktifitas personil dibawahnya. Kepemimpinan efektif
dibangun berdasar wewenang dan tugas yang telah dimandatkannya dengan kemampuan
dan keterampilan yang dimiliki. Kepemimpinan di Alfamart dikordinatori oleh
pejabat toko (Chief of Store dan Assisten
Chief of Store). Pejabat toko ini bertanggung jawab terhadap jalannya toko
dan mewakili toko dalam rapat di tingkat wilayah.
Kepemimpinan yang efektif dapat dilihat dari komitmen
yang menyertainya. Komitmen ini akan menjadi semangat karyawan dibawahnya untuk
ikut juga berprestasi. Alat ukur bagi keberhasilan kepemimpinan dan komitmen
karyawan dapat dilihat dari hasil penjualan toko tersebut, diantaranya adalah Sales perday (SPD), Struk perday (STD) dan Average
purchase customer (APC). Ketiga
komponen, agar seluruh karyawan dapat melihat untuk kemudian dijadikan bahan
untuk pelaksanaan evaluasi selanjutnya.
Pelatihan
dan Pengembangan
Karyawan sebagai aktor terpenting dalam kesuksesan
bisnis eceran. Karyawan yang tanggap, terampil dan cekatan secara langsung
dapat mengoptimalkan layanan yang diberikan oleh sebuah toko. Karyawan Alfamart
mendapat perbekalan pengetahuan dan praktek di dalam toko sejak diterima
menjadi karyawan. Pada saat sebelum
bekerja karyawan diberikan pelatiha selama satu minggu menurut kriteria posisi
yang dipegangnya. Materi yang diberikan secara umum oleh semua karyawan adalah
standar prosedur pelayanan prima di toko, materi pelaksanaan SOP, penanganan
keluhan konsumen dan materi lainnya.
Khusus untuk kasir diberikan materi kecantikan (beauty
class). Seiring perjalanan waktu, pelayanan toko akan mengalami perubahan
seiring dengan perubahan segmen pasar, perilaku konsumen dan perkembangan ilmu
pengetahuan. Oleh karena itu program pelatihan dan pengembangan karyawan terus
dilakukan secara berkala setiap bulan secara bergantian tergantung dari materi
pelatihan.
Pertemuan
Evaluasi
Pertemuan atau rapat menjadi sarana komunikasi yang
efektif antar seluruh personil toko, dari mulai masalah penjualan sampai dengan
peningkata kinerja karyawan mengenai tugas dan tanggung jawabnya sampai dengan
arena untuk membahas program promosi yang akan dijalankan oleh toko.
Hasil evaluasi biasanya dapat diketahui tentang
keefektifan karyawan dan juga kinerja toko dalam volume penjualannya. Untuk itu
karyawan selalu bekerjasama memperbaiki kinerjanya dan toko yang dikelola agar
dapat terhindar dari predikat toko dalam pengawasan oleh koordinator
wilayahnya. Agenda pertemuan evaluasi dilakukan setiap hari pada saat toko akan
buka dipagi hari dan siang hari ketika terjadi pergantian shift masuk kerja.
Key Position
Service Centered
Perhatian
yang Besar terhadap Pelanggan
Layanan di toko Alfamart berfokus pada pelanggan.
Karena itu pelanggan lebih tepat diistilahkan sebagai ”Raja” yang harus
dilayani secara maksimal. Ada beberapa feature yang diberikan kepada konsumen
diantaranya adalah diberikan kartu keanggotaan Alfamart (disebut Kartu AKU).
Kartu Aku ini diberikan kepada setiap pelanggan dengan banyak sekali manfaat
yang menyertainya. Manfaat tersebut diantaranya adalah diberikan reward untuk
diikutsertakan pada program promosi toko.
Implementasi
ISO 9001 : 2000
Pada tahun 2006 Alfamart bertekad akan mendapatkan
sertifikasi manajemen kualitas formal yang pertama yang belum dilakukan oleh
mini market lain sejenis. Keinginan tersebut sudah dimasukkan kedalam agenda
kerja dan sejalan dengan visi PT. Sumber Alfaria Trijaya, dimana seluruh toko
terlibat didalamnya. Tahap implementasi sampai dengan didapatkannya sertifikat
dari lembaga audit bukanlah pekerjaan yang mudah, tapi juga bukanlah sesuatu
yang sulit. Dikatakan tidak sulit, karena penerapan manajemen kualitas telah
terlaksana dengan baik secara terdokumentasi dan prosedur layanan toko ke
konsumen telah berjalan baik.
Dukungan seluruh departemen yang terkait dengan bidang operasional terlibat
dengan seluruh personil toko. Berikut akan disampaikan target yang diberikan
oleh seluruh personil toko dalam rangka memuluskan proses implementasi ISO
9001:2000, diantaranya meliputi :
1.
Karyawan selalu menghapalkan kebijakan mutu
” Alfamart selalu siap memberikan kepuasan berbelanja
dengan harga pas”.
2.
Karyawan mengetahui sasaran mutu.
-
Kepuasan Berbelanja
-
Kenyamanan Berbelanja
-
Kualitas Barang Dagangan
-
Harga Pas
No comments:
Post a Comment