Pentingnya visi, misi, core beliefs dan core values, dan bagaimana merumuskan keempat point tersebut yang
menjadi fokus artikel.
Sebuah organisasi sama seperti
sebuah kehidupan, sama – sama sulit dan komplek. Sejak dulu orang mengelola
organisasi dan kehidupan dengan sederhana karena kekurang-pengetahuan, tanpa
memiliki peta perjalanan sehingga perjalanan tersebut tidak efektif dan sulit
mencapai tujuan. Peta perjalanan tersebut adalah visi dan misi, perlengkapan baku
yang harus dimiliki. Sekarang organisasi bukan lagi menggunakan pendekatan Hit the Miss yaitu pendekatan gejala
masalah, tapi Hit the Target yaitumenyelesaikan masalah pada akar
penyebab.
Pendekatan Hit the Miss disebut juga Principle
of Drunkard’s Search, ini dicontohkan oleh seorang pemabuk yang kehilangan
kunci rumah dan mencari kuncinya dibawah sinar lampu karena nyaman bukan karena
perkiraan kunci berada. Sementara pendekatan Hit the Target dikenal dengan Sutton’s
Law, yang dicontohkan oleh seorang perampok Bank, karena menganggap Bank
adalah tempat uang. Organisasi yang menganut The Principle of Drunkard’s Search tidak mampu menyelesaikan
masalah secara mendasar sehingga sekarang cenderung menggunakan Sutton’s Law, dan mulai menyadari
pentingnya Visi, misi, core beliefs
dan core values sebagai prinsip dalam
memecahkan masalah.
Konsep visi, misi, core beliefs,
dan core values
Misi adalah jalan pilihan suatu
usaha organisasi untuk menyusun peta perjalanan. Visi adalah suatu pikiran yang lebih hebat dan realistis yang belum pernah
dari sebelumnya yang akan diwujudkan dimasa depan. Core beliefs (filosofi) adalah keyakinan tentang kebenaran visi dan
kebenaran jalan yang dipilih untuk mewujudkan visi. Core values adalah nilai yang dijunjung tinggi organisasi sekaligus
memberi batasan pemilihan cara selama perjalanan mewujudkan visi.
Mengapa organisasi
perlu visi, misi, core beliefs, dan core values?
Terjadinya perubahan dalam
perubahan, yakni perubahan akan segera disusul dengan perubahan berikutnya
sehingga akhir sebuah perubahan harus segera diikuti dengan persiapan untuk
perubahan selanjutnya. Oleh karena itu organisasi harus terus dilakukan
pengujian secara terus menerus terhadap visi dan misi agar perubahan menjadi
pesat, radikal, pervasif, dan kosntan.
Mengapa organisasi
memerlukan Misi?
Misi merupakan the chosen track
untuk mewujudkan visi, organisasi yang mampu mebuat peta secara akurat
memberikan jaminan kelangsungan hidup. Karena menurut Drucker organisasi bisnis
dibangun atas 3 komponen yaitu Asumsi tentang lingkungan, misi, dan core competencies. Asumsi lingkungan
merupakan usaha untuk memetakan dunia yang akan dimasuki, dengan peta yang
akurat dapat menentukan core competencies
yang dapat digunakan untuk mewujudkan visi.
Mengapa organisasi
memerlukan Visi?
Visi organisasi memberikan
gambran kondisi yang akan dicapai oleh organisasi dimasa depan melalui misi
yang telah dipilih oleh organisasi. Tanpa arah yang akan dituju , misi
organisasi yang telah ditetapkan tidak akan membawa organisasi kearah manapun.
Dengan visi, masing – masing anggota organisasi dapat memberikan kontribusi
sesuai dengan spesialisnya dalam mewujudkan apa yang digambarkan visi
organisasi.
Bagaimana merumuskan Visi?
-
Trend watching, ialah kemampuan mengamati trend
perubahan yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Sehingga mampu mendeteksi
arah perubahan yang akan terjadi dimasa depan dengan berbagia peluang.
-
Envisioning, iala kemampuan merumuskan visi
berdasarkan hasil pengamatan terhadp trend perubahan yang akan terjadi dimasa
yang akan datang. Envisioning juga disebut kemampuan menggambarkan sesuatu yang
akan diwujudkan yang belum pernah ada.
No comments:
Post a Comment