Tuesday, July 11, 2017

MENGETAHUI VISI, MISI, CORE BELIEFS, DAN CORE VALUES ORGANISASI



Pentingnya visi, misi, core beliefs dan core values, dan bagaimana merumuskan keempat point tersebut yang menjadi fokus artikel.

Sebuah organisasi sama seperti sebuah kehidupan, sama – sama sulit dan komplek. Sejak dulu orang mengelola organisasi dan kehidupan dengan sederhana karena kekurang-pengetahuan, tanpa memiliki peta perjalanan sehingga perjalanan tersebut tidak efektif dan sulit mencapai tujuan. Peta perjalanan tersebut adalah visi dan misi, perlengkapan baku yang harus dimiliki. Sekarang organisasi bukan lagi menggunakan pendekatan Hit the Miss yaitu pendekatan gejala masalah, tapi Hit the Target  yaitumenyelesaikan masalah pada akar penyebab.

Pendekatan Hit the Miss disebut juga Principle of Drunkard’s Search, ini dicontohkan oleh seorang pemabuk yang kehilangan kunci rumah dan mencari kuncinya dibawah sinar lampu karena nyaman bukan karena perkiraan kunci berada. Sementara pendekatan Hit the Target dikenal dengan Sutton’s Law, yang dicontohkan oleh seorang perampok Bank, karena menganggap Bank adalah tempat uang. Organisasi yang menganut The Principle of Drunkard’s Search tidak mampu menyelesaikan masalah secara mendasar sehingga sekarang cenderung menggunakan Sutton’s Law, dan mulai menyadari pentingnya Visi, misi, core beliefs dan core values sebagai prinsip dalam memecahkan masalah.


Konsep visi, misi, core beliefs, dan core values
Misi adalah jalan pilihan suatu usaha organisasi untuk menyusun peta perjalanan. Visi adalah suatu pikiran yang  lebih hebat dan realistis yang belum pernah dari sebelumnya yang akan diwujudkan dimasa depan. Core beliefs (filosofi) adalah keyakinan tentang kebenaran visi dan kebenaran jalan yang dipilih untuk mewujudkan visi. Core values adalah nilai yang dijunjung tinggi organisasi sekaligus memberi batasan pemilihan cara selama perjalanan mewujudkan visi.

Mengapa organisasi perlu visi, misi, core beliefs, dan core values?
Terjadinya perubahan dalam perubahan, yakni perubahan akan segera disusul dengan perubahan berikutnya sehingga akhir sebuah perubahan harus segera diikuti dengan persiapan untuk perubahan selanjutnya. Oleh karena itu organisasi harus terus dilakukan pengujian secara terus menerus terhadap visi dan misi agar perubahan menjadi pesat, radikal, pervasif, dan kosntan.

Mengapa organisasi memerlukan Misi?
Misi merupakan the chosen track untuk mewujudkan visi, organisasi yang mampu mebuat peta secara akurat memberikan jaminan kelangsungan hidup. Karena menurut Drucker organisasi bisnis dibangun atas 3 komponen yaitu Asumsi tentang lingkungan, misi, dan core competencies. Asumsi lingkungan merupakan usaha untuk memetakan dunia yang akan dimasuki, dengan peta yang akurat dapat menentukan core competencies yang dapat digunakan untuk mewujudkan visi.

Mengapa organisasi memerlukan Visi?
Visi organisasi memberikan gambran kondisi yang akan dicapai oleh organisasi dimasa depan melalui misi yang telah dipilih oleh organisasi. Tanpa arah yang akan dituju , misi organisasi yang telah ditetapkan tidak akan membawa organisasi kearah manapun. Dengan visi, masing – masing anggota organisasi dapat memberikan kontribusi sesuai dengan spesialisnya dalam mewujudkan apa yang digambarkan visi organisasi.

Bagaimana merumuskan Visi?
-          Trend watching, ialah kemampuan mengamati trend perubahan yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Sehingga mampu mendeteksi arah perubahan yang akan terjadi dimasa depan dengan berbagia peluang.

-          Envisioning, iala kemampuan merumuskan visi berdasarkan hasil pengamatan terhadp trend perubahan yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Envisioning juga disebut kemampuan menggambarkan sesuatu yang akan diwujudkan yang belum pernah ada.

No comments:

Post a Comment